Rekaman Bagus vs Rekaman Jelek
Tips & Trick 26/06/2025 admin 0
Rekaman Bagus vs Rekaman Jelek
Jakarta, amoplusmagz.com – Dalam dunia car audio sering orang menyatakan ini rekamannya bagus dan yang itu rekamannya jelek. Nah sekarang apa sich perbedaan rekaman yang bagus dan rekaman yang jelek? Berikut sharing mengenai pandangan penulis ketika menilai suatu rekaman yang penulis dengar dikatakan bagus atau jelek. (Bisa saja berbeda dengan rekan-rekan)
Secara umum penulis menilai dari tujuh kategori
- Clarity
Rekaman yang bagus akan bersuara detail, bening dan jernih (ini yang disebut sebagai clarity). Informasi pada musiknya seperti lirik lagunya dan suara dari instrumen pengiringnya akan terdengar jelas (high fidelity). Rekaman jelek sebaliknya akan bersuara tidak jernih, tidak jelas dan informasi dari vocal dan instrumennya campur baur. Beberapa bahkan terdengar butek dan kotor (low fidelity)
- Tonal Balance
Rekaman bagus akan bersuara seimbang dan proporsional pada area high, mid dan low (tonal balance) dan tidak terdengar berlebihan di area tertentu (ini biasanya karena dimixing oleh sound engineernya dengan sangat hati-hati). Rekaman jelek biasanya cenderung berlebihan di sektor tertentu jadi suaranya bisa saja dengung bassnya, atau cempreng highnya atau pekak midrangenya.
- Dynamic Range
Rekaman yang bagus biasanya memiliki dinamika yang lebar (dynamic range). Sehingga pendengarnya bisa merasakan dinamika musik yang lebih hidup baik ketika volume rendah atau sedang dan ketika dibesarkan volumenya dia juga tidak pecah (clipping). Sebaliknya rekaman yang jelek dari awal akan cenderung bersuara cukup kencang (compressed) tapi ya segitu aja kencangnya. Ketika dibesarkan malah terdengar clipping suaranya.
- Soundstage and Image
Rekaman yang bagus biasanya memiliki soundstage dan image yang jelas dan meyakinkan. Sehingga kita bisa merasakan posisi pemain musiknya ada dimana (imaging) dan panggung tempat musisi bermain itu seberapa luas, lebar dan dalam (soundstage) sehingga terasa separasi (sense of space) dari masing-masing instrumen dan kesan ruangnya (ambience). Rekaman yang jelek sebaliknya posisi pemain musik seperti bercampur. Lebar, luas dan dalamnya panggung tidak terasa dengan meyakinkan.
- Noise and Distortion
Rekaman yang bagus akan bersih dari noise dan distorsi seperti dengung, derum dan berdesis. Rekaman jelek kebalikannya akan terdengar noise dan distorsi yang menganggu kenikmatan mendengarkan.
- Compatibility
Rekaman yang recording, mixing dan masteringnya bagus dan istimewa akan tetap terdengar bagus dan istimewa ketika kita dengarkan baik di car audio, home audio, highend audio dll. Bahkan ketika diturunkan resolusinya contoh rekaman bagus diupload ke Youtube atau Facebook atau Instagram (compression) tetap akan terdengar bagusnya. Sebaliknya kalau rekaman jelek ya akan semakin jelek suaranya
- Listening pleasure
Rekaman yang bagus akan membuat pendengarnya lebih suka berlama-lama mendengarkan (karena suaranya nyaman didengar). Ini yang namanya listening pleasure. Rekaman jelek biasanya kebalikannya karena kurang nyaman didengarkan maka kita dengarkan seperlunya aja mungkin karena kita suka sama musisinya atau lagunya. Nah yang jangan sampai kita terkecoh adalah kualitas musik versus kualitas recording.
Ada musisi dengan musik yang sangat bagus yang direkam secara biasa aja (bahkan jelek). Sebaliknya ada musik yang biasa aja namun direkam secara istimewa (beberapa rekaman audiophile recording biasanya seperti ini rekamannya bagus banget dengan musisi biasa aja).
Namun ada juga rekaman dari musik yang istimewa dan direkam secara istimewa dan memberikan kebahagiaan mendengarkan yang istimewa.
Semoga Bermanfaat!!
Asawendo
Rumah Audio Indonesia








No comments so far.
Be first to leave comment below.