Amoplusmagz
Kode SPECTRAL AUDIO : Jalani, Ilmu Gak Ada Batas! Kode SPECTRAL AUDIO : Jalani, Ilmu Gak Ada Batas!
"Sekarang makin banyak asosiasi bikin event kontes audio level Asia jadi Indonesia bisa semakin dipandang dunia internasional. Industri car audio Indonesia bisa tumbuh lebih... Kode SPECTRAL AUDIO : Jalani, Ilmu Gak Ada Batas!

Kode SPECTRAL AUDIO : Jalani, Ilmu Gak Ada Batas!

Jakarta, amoplusmagz.comIwan Zulkarnain yang lebih dikenal dengan nama panggilan Kode merupakan salah satu sosok senior dalam dunia car audio Indonesia. Kiprahnya merentang panjang lewat bendera “Spectral Audio”, workshop car audio di Jakarta yang melayani banyak customer dan aktif dalam berbagai kontes audio.

Iwan Zulkarnain - amoplusmagz
Oops...
Slider with alias cuteslide2 not found.
Oops...
Slider with alias runslide2 not found.

Kode mulai serius menggeluti dunia audio khususnya car audio setahun setelah lulus STM (Sekarang SMK) PGRI 6 di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada tahun 1991. Ketertarikan dirinya terhadap car audio tak lepas dari minatnya terhadap dunia elektroik.

“Saat STM gua ambil jurusan elektro. Keluarga gua semua jurusan mesin, gua sendiri yang ambil jurusan electronik. Selang setahun setelah lulus STM, gua kerja di Baronet,” ungkap Kode membuka obrolan dengan Amoplus.

“Gua kerja sebagai tukang kayu (bikin pilar, bikin boks). Bukan tukang kabel,” kenangnya sembari tersenyum.

Setelah tiga tahun bekerja di Baronet, jelang Baronet bubar, Kode pindah kerja. Dia bekerja di Digital Audio yang berkantor dan membuka toko di kawasan Manga Dua. Pascakerusuhan 98, yang membawa trauma mendalam bagi Kode lantaran dirinya sempat terjebak dalam suasana kerusuhan bersama rekannya bernama Erwin, Kode yang masih bekerja di Digital Audio pindah kantor ke kawasan Pluit dengan posisi pekerjaan sebagai installer car audio.

Setelah lama di Digital Audio, Kode pindah ke RPM. Di tempat ini, Kode terbilang paling lama berkarir yakni sepuluh tahun sebagai technical support.

Setelah merasa cukup berkiprah di RPM, Kode memberanikan diri untuk membuka toko sendiri dan memberi nama “Spectral Audio”. Dari peralatan sederhana hingga terbilang lengkap, Kode memulai melayani customer. Kepuasan customer menjadi prioritasnya.

“Dulu gua gak punya alat ukur. Jadi, saat tuning hanya mengandalkan kuping. Tapi customer selalu Ada sampai gua kebeli alat ukur seperti LMS,” kenang Kode yang pertama Kali membangun car audio serius dalam mobil Avanza dan Altis.

Perjalanan panjang berkiprah di dunia car audio tentunya memberikan banyak suka dan duka. Secara berseloroh, Kode berucap bahwa sukanya ya pas dapat duit. Dukanya, pas sepi.

“Kalau saat bekerja (kantor), rame atau sepi, lo enak, lo dapat duit. Tapi kalau usaha sendiri, beda, ada (duit) pas rame, (gak ada duit) pas sepi,” jelas Kode.

Kode juga menyadari perjalanan panjang di dunia car audio juga membuat dirinya untuk terus belajar. Terlebih lagi, teknologi car audio berkembang pesat dan hal ini bisa dilihat dari semakin banyak brand baik lokal maupun mancanegara yang hadir di Indonesia. Demikian pula dengan asosiasi dan Kompetisi semakin banyak. Menurutnya, hal ini sangat positif untuk perkembangan dunia car audio Indonesia.

Dalam hal kompetisi lewat kontes audio, Kode mengingatkan dirinya juga yang lain bila kontes audio bisa menjadi rujukan sejauh mana kemampuan menyetel car audio yang bagus.

“Kalau gua, setiap kali mendengar car audio yang bagus, gua bakal cari gimana caranya bikin suara  mobil kayak gitu. Sebatas mana lo selama ini bisa nyetel audio. Ini juga melatih kuping lo dengan sering dengerin home audio sebagai referensi yang bisa lo terapin di car audio,” lanjut Kode yang rajin nongkrong di Glodok dan ngulik perangkat elektronik seperti amplifier saat duduk di sekolah menengah.

Untuk itu, dia mengingatkan para installer Muda dan pemula senantiasa terus ikuti perkembangan teknologi.

“Jalani, Ilmu gak ada batasnya. Apalagi teknologi terus berkembang seperti sekarang peran head unit yang makin banyak diisi DAP. Streamer pun makin banyak,” tambahnya.

Kode berharap dunia car audio Indonesia yang sudah berkembang saat ini terus makin pesat. Terlebih lagi, antusias, minat, pemain dan asosiasi terkait car audio di Indonesia terbilang Banyak.

“Sekarang makin banyak asosiasi bikin event kontes audio level Asia jadi Indonesia bisa semakin dipandang dunia internasional. Industri car audio Indonesia bisa tumbuh lebih cepet daripada negara lain,” harap Kode menutup obrolan dengan Amoplus.

 

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *