Amoplusmagz
Erick Kurniadi, Venture Car Audio Indonesia : “Bisnis dan Idealis Harus Jalan Bareng” Erick Kurniadi, Venture Car Audio Indonesia : “Bisnis dan Idealis Harus Jalan Bareng”
"Dulu audio direproduksi via PH, kaset, CD, sekarang file," jelasnya. Tatkala, apa yang dia cintai dan terus dipelajari bisa menghasilkan cuan, hal itu pun... Erick Kurniadi, Venture Car Audio Indonesia : “Bisnis dan Idealis Harus Jalan Bareng”

Erick Kurniadi, Venture Car Audio Indonesia : “Bisnis dan Idealis Harus Jalan Bareng”

Jakarta, amoplusmagz.comVenture merupakan salah satu pabrikan audio ternama dunia. Berawal dari produk home dan merambat ke car audio, Venture yang didirikan tahun 1986 oleh lulusan Magister Fisika dari Universitas Frankfurt Jerman bernama Njoo Hoo Kong yang dikenal oleh banyak orang sebagai “Didi” yang membayangkan speaker yang dapat menghadirkan esensi pertunjukan dan acara musik ke lingkungan rumah pendengar. Setelah lebih dari 35 tahun, Venture tetap  merancang speaker berkualitas tinggi dan mencari teknologi baru untuk menawarkan kepada para pecinta musik dan audiophile kepuasan Pertunjukan Langsung terbaik dengan kualitas terbaik yang memungkinkan mereka untuk menikmati musik mereka tanpa kompromi dan mengubah kesenangan mendengarkan mereka selamanya. Kesenangan ini menjadi milik penikmat musik, terutama lewat car audio di dunia. Tak terkecuali, di Indonesia yang mulai familiar dengan brand ini sejak 2016.

Kehadiran produk car audio Venture di Indonesia tak lepas dari sosok senior car audio Indonesia, Erick Kurniadi yang memasarkan produk car audio Venture di Indonesia sejak tahun 2016.

Erick Kurniadi - amoplusmagz
Oops...
Slider with alias cuteslide2 not found.
Oops...
Slider with alias runslide2 not found.

Sebagai pecinta musik dan pehobi audio, Erick sangat memahami komponen car audio yang bagus. Modalnya sebagai pehobi yang menjelma menjadi importir sangat mendukung.

“Saya memang suka audio tepatnya musik sejak kecil. Namun, mulai lebih serius dengan hobi tersebut terutama “ngoprek” tahun 2002,” jelas Erick mengurai perjalanan awal dirinya terjun ke dunia car audio.

“Mulai bangun sistem car audio yang proper tahun 2006. Saat itu sistem dibangun di mobil Camry,” urainya lebih lanjut.

Merasa makin banyak tahu, terkait kualitas komponen car audio dan pemasarannya, tahun 2016, Erick pun memasarkan produk Venture.

“Tahun 2016 saya bangun car audio dengan produk Venture di tiga mobil dan semua mengikuti berbagai kontes car audio. Hasilnya, ketiga mobil tersebut berhasil meraih gelar juara nasional,” paparnya.

Perjalanan Erick dari sekedar pehobi audio kemudian “menjelma” menjadi importir yang memasarkan  car audio brand Venture belum satu dekade, tapi beragam prestasi terus ditorehkan lewat beragam kontes. Tak heran, dia memandang kontes audio itu positif.

“Buat saya, kompetisi itu penting. Buat branding. Sangat bagus untuk branding atau jualan. Di Indonesia, car audio kita boleh dibilang paling advance. Ada 6-7 asosiasi dan ada 6-7 event nasional,” jelas Erick Kurniadi yang juga menambahkan bahwasanya lewat kontes audio pula orang jadi tahu banyak produk car audio yang bagus, termasuk settingnya.

“Ya, barang biasa kalau settingnya bagus, hasilnya bisa luar biasa,” ucapnya. Setting atau tuning memang selalu menjadi perhatian  utama Erick saat membangun sistem. “Komponen car audio lain itu supporter (pendukung),” jelasnya.

Kini selain memasarkan Venture, Erick Kurniadi pun memiliki “personal project” dengan label Keong Tuning. Produk awalnya adalah fuse atau sekring dan perlahan memunculkan produk lainnya seperti kabel, USB. Saat memasarkan produknya, Erick selalu meminta calon customer untuk mencoba agar tahu kualitas barang yang dia jual. Juga, bisa untuk komparasi.

“Yang penting orang tau. Yang penting orang coba. Kebanggaan bagi saya bila orang (akhirnya) suka dan beli. Pernah juga ada yang dari luar negeri langsung beli padahal belum coba. Nah, ini karena barang sudah punya reputasi,” papar Erick.

Cinta audio, ngoprek komponen audio, menjual komponen car audio brand ternama, dan personal project telah menjadi bagian dari perjalanan Erick dan perjalanan tersebut masih terus berlanjut lantaran dia memang cinta audio. Karena rasa cinta itulah, dia tak lelah belajar. Terlebih audio itu dinamis.

“Dulu audio direproduksi via PH, kaset, CD, sekarang file,” jelasnya. Tatkala, apa yang dia cintai dan terus dipelajari bisa menghasilkan cuan, hal itu pun menjadi nilai tambah.  “Bisnis dan idealis harus selalu jalan bareng,” tutupnya.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *