Amoplusmagz
The Real Fighter The Real Fighter
Meski terbilang cukup langka, tapi beruntungnya kami masih bisa menemukan sosok fighter tersebut. Tepatnya di Kota Surabaya kami bertemu dengan sosok ini. Adalah Chandra... The Real Fighter
[rev_slider_vc alias=”CuteSlide”][rev_slider_vc alias=”runslide”]

Sapu bersih setiap kontes yang ada

Amoplus Magz – Di era sekarang ini orang yang memiliki hobi audio dan kemudian melakukan perombakan terhadap sistem audio di mobilnya memang sudah banyak. Tapi bila sudah bicara soal kejuaraan, nyatanya hanya sedikit yang benar-benar memiliki jiwa “petarung”. Kebanyakan orang-orang yang merombak audio di mobilnya hanya sebatas untuk konsumsi pribadi saja. Kalaupun ikut kejuaraan hanya satu atau dua kali saja. Selebihnya audio di mobil tersebut lebih sering dikonsumsi oleh si pemilik mobil itu sendiri.

Meski terbilang cukup langka, tapi beruntungnya kami masih bisa menemukan sosok fighter tersebut. Tepatnya di Kota Surabaya kami bertemu dengan sosok ini. Adalah Chandra Kurniawan, salah satu client dari Mobiltronik Surabaya. Sejak awal datang ke workshop dirinya memang sudah mengungkapkan keinginannya untuk terjun langsung di arena kontes car audio di tanah air. Ia mengungkapkan keinginannya untuk mengukir prestasi gemilang di kancah peraudio mobilan tanah air. Dan salah satunya karena hal tersebutlah yang melatar belakangi dirinya untuk membangun mobil secara sungguh-sungguh di Mobiltronik Surabaya.

Saat ini ia menunggangi Innova putih lansiran tahun 2015. DI mobilnya ini ia mengaplikasikan sistem audio berbasis sound quality. Sebelum menemukan racikan yang pas seperti sekarang ini, sebelumnya ia juga sempat beberapa kali berganti formasi. Entah itu hanya sebatas merubah treatment, ataupun merubah perangkat audio yang diaplikasikan. Hal tersebut semata-mata ia lakukan agar sistem audio di mobilnya benar-benar siap untuk diterjunkan di ranah kejuaraan.

Melongok skema yang diterapkan, sebetulnya hampir tak jauh berbeda dari mobil-mobil SQ pada umumnya. Namun yang membedakan adalah cara sang installer memberikan treatment terhadap mobil ini, “mengawinkan” setiap perangkat yang terpasang, hingga pada proses setting yang dilakukan. Semuanya tentu tak bisa dilakukan secara instan. Selain memakan waktu, proses setting yang dilakukan untuk mobil-mobil kategori kontes biasanya memiliki tingkat kesulitan yang diatas rata-rata. Pasalnya sang installer juga tentunya harus paham dulu mengenai rule kontes tersebut, agar point yang diperoleh nantinya bisa lebih optimal.

Untuk urusan perangkat audio, yang diaplikasikan pada mobil ini tidak hanya terdiri dari satu Brand. Ada beberapa brand audio yang perangkatnya dipercayai untuk mengisi setiap lini sistem audio yang terpasang di mobil ini.

Di bagian head unit sang pemilik mempercayakannya pada perangkat dari Alpine seri IVA-W520E. Sebelumnya sang pemilik juga sempat mencoba menggunakan head unit single din. Namun dirasa kurang sesuai dengan yang diinginkan, lantas akhirnya ia menggantinya dengan yang bermodel double din seperti sekarang ini.

Di sektor pengolah suara ada Helix DSP Pro yang diaplikasikan. Untuk urusan reproduksi suara, perangkat yang satu ini memiliki kredibilitas yang cukup baik di telinga para pecinta car audio, khususnya di tanah air. Kalau untuk urusan fitur sih tentunya tak perlu diragukan lagi. Di edisi lalu AmoPlus juga pernah mengulas tuntas mengenai perangkat yang satu ini. Dan memang setelah kami coba hasilnya cukup memuaskan.

Untuk perangkat penguat suara, hanya ada dua buah yang diaplikasikan di mobil ini. Keduanya berasal dari brand Art Nouveau. Kedua amplifier tersebut ditempatkan di bagian belakang mobil. Masing-masing mengemban tugas untuk menggerakan speaker 3way yang terpasang di bagian depan, dan satu subwoofer yang diletakan di bagian belakang.

Lanjut ke speaker. Speaker yang diaplikasikan di mobil ini seluruhnya memang berasal dari brand yang sama, yaitu Focal. Tapi untuk seri yang diaplikasikan berbeda. Sang installer sengaja meraciknya, sesuai dengan karakter suara yang diinginkan oleh si pemilik. Hasilnya terjadilah “persilangan” antara seri KRX dan seri Beryllium pada speaker depan. Seri KRX mengisi slot midrange pada speaker depan. Sedangkan seri Beryllium menempati posisi tweeter dan midbass.

Nah untuk subwoofer ternyata masih dihuni oleh seri KRX dari Focal. Perangkat subwoofer pada mobil ini ditempatkan di bagian belakang. Box sealed tempatnya bersarang dibuat dengan bentuk kotak. Karena volume box-nya sesuai, maka suara subwoofer pun menjadi terdengar lebih pas ditelinga. Suara bass yang dihasilkan terdengar padat, bulat, dan control-nya baik.

Dari keseluruhan kejuaraan yang diikutinya, mobil ini telah mampu mengantongi sebanyak lebih dari 20 trophy. Dan luar biasanya trophy tersebut ia dapatkan tak hanya dari kontes yang diselenggarakan di kotanya saja, tapi juga dari luar kota. Tiap kali terdengar kontes besar terselenggara, mobil ini selalu turun menjadi pesertanya. Luar biasa bukan. Mobil, pemilik dan installernya merupakan satu paket “petarung” yang keberadaannya patut diperhitungkan. Dalam beberapa waktu kedepan kabarnya pemilik mobil ini akan kembali membangun satu mobilnya. Kira-kira akan seperti apakah sistemnya ? akankan sistem di mobil tersebut mampu menyaingi pencapaian dari Innova putih ini ? kita nantikan saja bersama..

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *