SQ Istimewa
Car AudioCar Audio SystemCover Story 05/03/2025 admin 0
SQ Istimewa
Malang, amoplusmagz.com – Kolaborasi dua brand car audio terkemuka asal Eropa, STEG yang dikembangkan di Italia dan Audiocircle asal Jerman kerapkali menjadi opsi beberapa installer saat membangun sebuah sistem car audio. Satu diantaranya adalah Concerto Malang. Bagi Concerto Malang, pilihan kedua brand besar tersebut tak lepas dari berbagai keunggulan yang dimiliki yang telah melekat menjadi karakter brand tersebut. Termasuk filosofi audio atau musik yang dimiliki brand tersebut. STEG, misalnya, bagi STEG, musik adalah emosi dalam gelombang akustik. Ini menyentuh orang-orang tidak seperti media lainnya. STEG lahir dengan ide untuk mereproduksi pengalaman audio ini seakurat dan serealistis mungkin. Tidak ada yang menghalangi kenikmatan musik murni. Tak terkecuali, interior mobil dengan kondisi akustik yang kurang ideal. Berdasarkan visi ini, STEG hadir dengan komponen hi-fi kelas atas yang legendaris untuk aplikasi otomotif sejak tahun 1983. Bagi STEG hanya ada satu tujuan: suara yang benar-benar tanpa kompromi. Jika pertanyaannya adalah reproduksi audio kelas atas di mobil, STEG menjadi jawabannya.
Untuk itu, STEG berupaya menjadi solusi definitif dalam mencapai reproduksi audio kelas dunia pada kendaraan dengan menghadirkan beragam produk unggulan. Sementara itu, Audiocircle boleh dibilang mewakili tim penggemar audio dan mobil kelas atas sejak lama dengan tujuan memberikan kemungkinan kepada orang-orang untuk menikmati musik dalam kesempurnaan dan kealamian musik dalam segala variasinya, di zaman mobilitas, juga di dalam mobil. Audiocircle sejatinya menggabungkan pengalaman dan tradisi tim dengan inovasi, kemajuan, material, dan manufaktur di Jerman untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat pecinta audio saat ini dan masa depan. Audiocircle berupaya “membenamkan” diri para penikmat musik dalam daya tarik dan energi musik dalam segala aspeknya yang masuk “lingkaran” hasrat abadi terhadap pengalaman suara yang sempurna serta emosi dan kecintaan terhadap musik.
Installer Concerto Malang memilih brand STEG untuk DSP yang mengolah sinyal dari head unit bawaan mobil, power amplifier yang menguatkan sinyal setelah diolah DSP, serta subwoofer. Sementara itu, brand Audiocircle dipilih Concerto Malang untuk posisi line up speaker.
Installer memasang kedua brand ini saat membangun sistem car audio yang mengusung konsep SQ 4 way dalam mobil harian customer, Toyota Fortuner, milik customer bernama Evan yang mengidamkan bisa menyimak musik senyaman mungkin dengan dukungan komponen audio hi end.
Adapun DSP yang dipasang installer adalah STEG SSDP 16. DSP ini merupakan amplifier kelas D dengan 16 saluran dengan output 120W atau 8 saluran dengan (Bridge Power) output 200 Watt. Model ini dilengkapi spesifikasi lain seperti masukan (input) level tinggi 16 saluran, AUX Universal, HD WL Coaxial Input, Optical Input – WL OTG 4. 8 Ch x 200W @ 4Ohm, 1% THD (Bridging Power), Sampling Rate 192 kHz/32 bit, serta fungsi Auto Turn-On. Menguatkan DSP, installer pun memasang power amplifier STEG Master Stroke Classe A. STEG Master Stroke Classe A merupakan amplifier kelas atas yang mengadopsi teknologi paling canggih untuk audio mobil. Mewujudkan tujuan penelitian STEG dalam kombinasi teknologi inovatif, beroperasi secara efektif dan dalam keseimbangan mutlak dari keseluruhan. Power amplifier ini didukung solusi sirkuit sebagai tidak adanya umpan balik operasi negatif dan memperkenalkan alat debugging yang mengejutkan, menyempurnakan suara amplifier yang mendukung sensitivitas. Dibangun dengan canggih, STEG Master Stroke Classe A mampu menjaga konsistensi nada, kemanisan, dan panggung suara tiga dimensi yang memberikan keterlibatan mendengarkan yang mempesona, menunjukkan reproduksi pesan musik asli yang lengkap dan tidak berubah. Model berbobot 7 kg ini didukung power 4 ohms stereoWatt RMS – 11 to 14.4 Volt 100 x 2; 2 ohms stereoWatt RMS – 11 to 14.4 Volt 200 x 2; power in Watts RMS CLASS A – 11 to 14.4 Volt 50 x 2; dengan sensitivitas Volts RMS 0.4 V – 5.5 V.
Installer memasang power amplifier ini sebanyak tiga buah yang masing-masing men-drive sinyal audio yang bakal direproduksi driver super tweeter Audiocircle proline T22, tweeter Audiocircle proline T28, dan midrange Audiocircle proline M3C yang dipasang standar di bagian depan. Selain itu, installer pun memasang power amplifier STEG Master Stroke MSK 1500. Amplifier STEG ini telah mengadopsi teknologi P.R.H.E.S.S. (Primary Regulated High Eficence Supply System) hingga daya baterai 11 Volt. Konfigurasi penguat panggung untuk suara hasil tinggi “triple darlinghton” dikembangkan pada transistor Sanken 40 MHz, dilengkapi dengan rangkaian biasing otomatis yang kompleks dari prosesor sinyal simetris sepanjang jalurnya diwujudkan dalam transistor BJT dan FET dengan umpan balik yang sangat rendah. Preamp Audiophile yang menggunakan amplifier operasional dengan noise rendah serta resistor dan kapasitor presisi. Electronic Crossover dikecualikan yang menggunakan modul frekuensi AQXM2 presisi tinggi (dapat diatur dalam high-pass, low-pass dan band-pass) dengan kemiringan 12 dB / oct dan Q @ dapat dikonfigurasi ke 0,7 atau 1 Tchebitchef Butterworth. Ekualiser variabel kontinu paragrafis (0 / + 12dB – 40 / 120Hz). Model amplifier berbobot 7,4 kg ini didukung power 4 ohms stereoWatt RMS – 11 to 14.4 Volt 200 x 2; 2 ohms stereoWatt RMS – 11 to 14.4 Volt 400 x 2; 4 ohms monoWatt RMS – 11 to 14.4 Volt 800 x 1; serta 2 ohms monoWatt RMS – 11 to 14.4 volts 1500 x 1.
Installer memasang power amplifier ini sebanyak dua buah yang masing-masing men-drive driver midbass Audiocircle W6C Neo dan subwoofer STEG SQ8 sebanyak 4 buah. Melengkapi driver yang dipasang di bagian depan, installer pun memasang driver 2 way Audiocircle Proline T28 dan Audiocircle W6C Neo di pintu tengah, plus rear fill driver Audiocircle Proline M3C yang dipasang di atas pintu bagasi.
Untuk koneksi antarperangkat, installer menggunakan kabel listrik Dios De La Musica Septupel yang bertugas mengalirkan arus listrik dari aki ke power amplifier, kabel RCA Dios De La Musica bertugas mengalirkan sinyal suara dari head unit ke prosessor atau power, serta kabel speaker Dios De La Musica Quadruple yang bertugas menyalurkan sinyal suara. Kabel speaker Dios De La Musica Quadruple merupakan salah satu seri unggulan dan banyak dipilih sebagai kabel prioritas lantaran kinerja kabel saat menyalurkan sinyal yang memiliki daya hantar tinggi dan impedansi yang rendah.
Komponen penunjang lainnya yang tidak kalah penting dan dipasang installer adalah penggunaan VSS Harisson Lab sebanyak dua buah dan kapasitor NRG 100F serta sekring pengaman menggunakan Dios De La Musica. Melengkapi sekaligus membantu untuk mengoptimalkan performa komponen audio, installer memberikan sentuhan akhir dengan memasang perangkat akustik berupa peredam Dios De La Musica dan absorber STEG S15.
Pemilihan dan pemasangan beragam komponen audio dengan kombinasi duo brand papan atas memang menjanjikan sistem car audio yang istimewa dan tentunya bikin reproduksi musik tersimak nyaman di kuping.

















No comments so far.
Be first to leave comment below.